Posted in Mom Life, Uncategorized

Pengalaman Khitan Rafa di Rumah Sunatan

Sebenarnya belum kepikiran sama sekali Rafa khitan secepat ini, maunya sih nunggu dia yg minta. Tapi karena diagnosa dokter Rafa kena fimosis & mengharuskan khitan setelah perawatan antibiotik, akhirnya bunda dan papa ambil langkah terbaik. Dari situ bunda & papa mulai sibuk cari tempat khitan sambil terbengong-bengong kaget, mendadak, secepat ini, ntah gimana bingung menjelaskannya.

Setelah dikasih pengertian abang Rafa harus sunat nanti kalau sudah sembuh, kami juga menjelaskan bahwa proses khitan tidak sakit karena di bius, dan di bius itu rasanya seperti disuntik (agak sakit) seperti digigit semut, alhamdulillah anaknya ngerti. Akhirnya kami ajak Rafa survey tempat sunat & anaknya jatuh hati ke Rumah Sunatan dekat pasar gembrong.

Di situ kita tanya-tanya tentang metode khitan dan tetek bengeknya, alhamdulillah bunda & papa cocok, akhirnya kita minta brosur dan nomer telepon yang bisa dihubungi kalau Rafa jadi khitan di sana. Kami membuat janji dengan dokter dan menetapkan Rafa akan dikhitan pada Rabu tanggal 11 Oktober 2017.

Tepat pada hari H, saya sudah grasak grusuk bersiap-siap buat anter Rafa pagi-pagi, di mobil ntah kenapa bunda ngerasa sedih banget, berasa flash back Rafa bayi, kecil, sampai kemarin bunda marah deelel. Pokoknya sinetron abis (kamu akan tahu rasanya jika saatnya sudah tiba) *tawa nyi blorong 😀

Sampai di tempat parkir (kebetulan parkir di Bassura City) bunda kayak magh akut, perut berasa panas sampai ‘uweeegk uweeegk’ di jalan. Di tempat khitan, Rafa langsung main sambil menunggu giliran (karena di sana kayak ada plyground mini gitu)

Alhamdulillah proses khitan Rafa berjalan lancar dan mulus tanpa ngilu (bunda kalau denger Rafa nangis pasti ngilu ngebayanginnya), ga pake nangis pulak pas proses khitannya, ini cukup membuat hati emak plong pasca kena panic attack tadi pagi. Panic attack bunda hilang setelah Rafa selesai di bius, bunda akhirnya berani nemenin proses khitan sampai selesai

Di rumah, Rafa sempet nangis waktu efek biusnya baru hilang. Bunda mau kasih obat tapi harus makan dulu, daaan anaknya langsung minta pizza *hadeeeh maklumlah yaa raja sunat maunya makan yang keberat-beratan wkwkwk

Setelah makan pizza terus minum obat, aman deh, karena untuk kali ini saya bolehin nonton Bima X di you tube *emak udah bingung gimana mengalihkan rasa sakit dengan cara yang lain, dihipnoterapi sih okenya tapi pasti defense, hipnoterapi ga bakalan ‘mempan’ kalau defense mechanismnya tinggi keeun? (intinya emaknya ga mau ribed) ya kasih ajalah Bima X daripada daripada…..

Akhirnya abang sudah seger dan kita pindahin ke kamar biar lebih nyaman. Drama gak selesai sampai di situ, waktu abang Rafa mau pipis nangis lagi, anaknya katanya takut berdarah haaa PR bunda papa deh buat bujukin yg nangis-nangis sampe selesai pipis. setelah pipis, penis dibersihin pake air bersih, NACl, kemudian tabung dibersihkan menggunakan cotton bud & dikasih obat tetes. Rutinitas perawatan luka tersebut dilakukan setiap selesai buang air.

Ini adalah hari ketiga pasca khitan. Dari hari pertama sebenarnya Rafa sudah bisa beraktifitas seperti biasa, namun masih suka lebai kalau pipis karena takut sakit hihi. Di hari kedua sudah bisa main barong, dan di hari ketiga Rafa sudah bisa naik turun tangga. Sekarang bunda masih menunggu luka kering nih, doakan yaaa….

Terimakasih untuk papa yang sudah gantian nemenin dan bantu bersihin luka khitan Rafa. Sekian curhatan emak yang tidak berfaedah ini, bersambung ke curhatan berikutnya. Mohon sarannya ya atas tulisan saya karena baru mau coba belajar menulis. Untuk ibu dan ayah yang mau khitan anaknya semangat ya, insya Allah dengan kerja sama yang baik semua berjalan dengan lancar 🙂

 

Advertisements
Posted in Opini, Principal Life

STRONG? What is it?

Seringkali saya mendengar anak-anak remaja berkata: ”Wedeeh.. Strooong!”. Sekarang saya mau tanya, apa sih sebenarnya si setrong itu? Petantang-petenteng keroyokan, ikut tawuran, apakah itu strong? Berantem, tonjok-tonjokan di jalan, apakah itu strong? Berkata kasar, bullying, provokasi, atau gaya-gayaan naik motor tanpa SIM, merokok padahal masih ngetek dan ngerengek minta jajan sama emak-bapak, apakah itu strong? Berani melakukan hal negatif, apakah itu STRONG?

So sorry to say that sekali-kali hal negatif and WHATSOEVER yang kalian lakukan tidak akan pernah membuktikan bahwa orang tersebut STRONG! Hal tersebut malah membuktikan bahwa hanya hal-hal negatif yang bisa dilakukan untuk menutupi kelemahan, merasa tidak ada yang bisa dibanggakan kecuali dengan sok keren yang sebenarnya adalah norak, bahkan hal tersebut bisa menyeret kalian ke kantor polisi.

Anakku, masa muda memang banyak pilihan, tapi pilihan yang baik akan menuai hasil yang baik pula. Kalau ada yang bilang ‘’Nakal dulu baru Sukses, it’s bullshit!! Karena jarang banget ada kisah kenakalan  yang happy ending. Sukses itu adalah tanggung jawab. Semakin besar kalian bertanggungjawab terhadap diri sendiri semakin besar peluang kalian untuk sukses.

Ayoo jadi anak yang STRONG! Strong artinya memiliki prinsip yang kuat, sehingga tidak mudah dipengaruhi orang lain, tidak mudah terprovokasi, berani untuk maju, berani untuk SUKSES, berani menjalani konsekuensi atas pilihan dan hidupnya, berani berkata “TIDAK” kepada hal-hal negatif. Selesaikan permasalahan kalian dengan SLOW, COOL dan WISE.

Saya yakin kalian semua bisa menjadi anak-anak yang strong, positif, sukses, dan membanggakan!

-Spread love-

*Tulisan ini saya tulis saat saya terpukul mendengar anak didik saya tertangkap polisi dengan tuduhan terlibat tawuran, ternyata mereka tidak melakukan tawuran, mereka hanya diajak oleh anak SMP lain yang mereka tidak kenal. Dengan kejadian ini saya akan menjadikan materi KONSEP DIRI sebagai materi wajib di mata pelajaran Bimbingan dan Konseling di SMP Assyairiyah Attahiriyah, dengan harapan anak-anak mampu mengenal diri dan memiliki prinsip hidup sehingga tidak mudah terpengaruh hal negatif dari luar dirinya.