13 Cara agar Guru Berwibawa di Mata Siswa

Kewibawaan adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh seorang pendidik, bahkan dalam Neuro Linguistik Programming ada yang namanya anchor di mana seseorang mempatenkan karakter dirinya di hadapan orang lain (ciri khas). Dengan sikap berwibawa biasanya seseorang akan terlihat lebih dewasa dan penting. Namun, kebanyakan orang keliru dengan menganggap kewibawaan hanya berpredikat kepada atasan, padahal di  mana kita bekerja atau memegang amanah, di situlah kita bisa belajar untuk terlihat penting:

Berikut 13 Tips Meningkatkan Kewibawaan yang harus diketahui, yaitu :

1. Berpakaian Rapih & Profesional

Seorang yang lekat dengan pakaian yang rapih, sopan, bisa memunculkan aura kewibawaan pada dirinya. Perlu Anda ingat, biasaanya dalam benak kita sudah lekat dengan istilah “Jangan menilai seseorang hanya dari penampilan luar saja,” dalam dunia profesionalisme lingkup kerja istilah ini tidak berlaku sama sekali. Sejatinya, penampilan memang belum tentu mencerminkan isi hati atau kepribadian, namun di dalam mendidik, Anda merupakan figur, peserta didik Anda akan respect kepada Anda jika penampilan Anda menjelaskannya. Penampilan dihitung dalam penilaian. Ada beberapa tingkatan ekspektasi tinggi saat seseorang melihat penampilan orang lain di tempat kerja. Kita tentu memiliki ekspektasi tinggi terhadap penampilan seorang eksekutif. Berpakaianlah seperti seorang eksekutif jika ingin dipandang seperti mereka.

2. Kepala adalah asset

Setiap peserta didik atau orang tua biasanya akan memperhatikan kita mulai dari kepala. oleh karena itu, dengan memperhatikan rambut atau jilbab (bagi perempuan yang berjilbab), seorang akan terlihat lebih rapih dan berwibawa. Rambut dan jilbab yang tertata rapi akan selalu membuat Anda terlihat lebih segar dan berpengaruh di mata peserta didik Anda. Khusus bagi kaum wanita, potongan rambut berponi sebaiknya dihindari karena akan membuat wajah Anda kekanak-kanakan dan kurang memperlihatkan sisi kedewasaan Anda, untuk yang menggunakan jilbab perhatikan kerapian, ketepatan warna dan aksesoris, warna dan aksesoris yang terlalu mencolok juga akan membuat Anda terlihat berlebihan. Sementara pria disarankan tidak memanjangkan rambut dan menatanya dengan rapi.

Cucilah wajah Anda dengan sabun agar tidak berminyak bagi pria, bagi wanita sapukan make up sederhana agar wajah terlihat lebih segar.

3. Tidak Bicara Sembarangan

Jika ingin terlihat berwibawa di mata peserta didik, maka Anda harus menguasai ilmu kewibawaan salah satunya adalah “public speaking”. Seorang pemimpin biasanya akan berbicara dengan cara efektif, tepat sasaran, dan tidak bertele-tele. Perlu diketahui, terlalu banyak bicara, bebelit-belit, susah dicerna, penggunaan bahasa daerah yang tidak pada tempatnya, serta latah adalah penyakit dalam berkomunikasi yang harus Anda hindari.

4. Bersikap tegas

Ketegasan bukan berarti menunjukkan amarah atau kekerasan yang mencerminkan tindakan kriminalitas melainkan arti tegas disini berarti menunjukkan sikap diplomatis, santun, dan mampu membuat keputusan dengan segera. Di dalam menangani peserta didik, kecerdasan dalam mengambil sikap amat sangat diperlukan demi kelancaran komunikasi.

5. Rapikan Ruang Kerja Anda

Kebiasaan yang banyak dilupakan oleh kebanyakan guru adalah kurang memperhatikan kerapian di lingkungan kerja mereka. Seberapa sibuk pekerjaan Anda, seberapa lama durasi Anda bekerja, jaga selalu barang-barang Anda agar senantiasa rapi. Meja dan ruang kerja yang berantakan mencerminkan kepribadian pemalas, santai, dan tidak profesional. Hal itulah yang membuat Anda tampak tidak berwibawa di mata peserta didik.

6. Suka Berbagi Ilmu dan Menawarkan Bantuan

Seorang pendidik harus gaulgaul berarti up to date dengan keadaan saat ini. Sampaikanlah cerita kekinian yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Sampaikan dengan bahasa yang lugas dan sopan agar peserta didik merasa tertarik untuk mendengarkan.

7. Mencatat Hal Penting

Mencatat semua hal penting misalnya rencana pembelajaran, hasil observasi harian, dan lain sebagainya merupakan salah satu cara meningkatkan kewibawaan, mengapa? Karena akan sangat membantu Anda untuk mengingat jika ada kejadian-kejadian yang tak terduga sehingga meminimalisir kata ”tidak tahu” di depan peserta didik.

9. Hindari Menjadi Objek Ejekan

Cara meningkatkan kewibawaan yang satu ini memang sulit dipungkiri, dalam satu lingkungan, biasanya ada objek yang dijadikan bahan ejekan dan candaan. Perlu diingat, seorang objek ejekan tentulah seseorang yang dinilai peserta didik punya banyak kelemahan, kurang berwibawa, dan tidak disegani. Hindari menjadi objek candaan dengan melakukan 8 poin di atas.

Yang menjadi catatan disini adalah “Jangan bergurau melebihi batas kewajaran, namun gurauan tetap diperlukan.” Bergurau akan menciptakan suasana santai dan tetap menjaga wibawa Anda jika Anda tidak tertawa terbahak-bahak atau membuat atraksi lelucon yang konyol di hadapan peserta didik.

10. Perlakukan atasan seperti sahabat

Dalam lingkup profesional, biasanya Anda memiliki pimpinan. Jangan pernah sungkan-sungkan untuk berkomunikasi dengan atasan Anda. Baginya Anda adalah orang penting yang sesuai untuk berbincang-bincang dengannya. Bertanyalah kepadanya jika ada pertanyaan tentang peserta didik, diskusikanlah sebuah kejadian, atau berikanlah saran atau masukan, dengan itu Anda tidak akan miskomunikasi dengan atasan di depan peserta didik.

11. Jangan Ungkapkan Masalah Pribadi

Sebagai seorang pendidik kita harus mengomunikasikan perasaan kita kepada peserta didik, namun tidak dengan masalah peribadi. Mengeluh atau mnceritakan urusan peribadi dapat menebarkan energi negatif kepada peserta didik Anda. Anda lebih baik meritakan hal tersebut secara personal dengan seorang teman atau pimpinan dengan persetujuannya.

12. Suka Hidup Bermasyarakat

Berbaur sambil membicarakan hal-hal baru yang ringan dan berbobot sesuai dengan suasana akan memberi kesan bahwa Anda bersahabat dengan mereka. Secara tidak langsung orang lain akan merasa nyaman dan menganggap Anda merupakan bagian dari mereka.

13. Mampu menjadi teladan bagi orang lain

Rosulullah SAW diutus Allah SWT di dunia ini untuk menyempurnakan ahlak dan menjadi suri teladan yang baik bagi manusia. Contoh yang baik dapat memengaruhi kepribadian peserta didik. Hal tersebut akan menunjukkan bahwa Anda menjadi panutan atau orang yang berpengaruh bagi mereka.

Demikian beberapa hal yang dapat meningkatkan kewibawaan. Hayoooo, Anda sudah punya karakter yang mana saja?

 

Advertisements

STRONG? What is it?

Seringkali saya mendengar anak-anak remaja berkata: ”Wedeeh.. Strooong!”. Sekarang saya mau tanya, apa sih sebenarnya si setrong itu? Petantang-petenteng keroyokan, ikut tawuran, apakah itu strong? Berantem, tonjok-tonjokan di jalan, apakah itu strong? Berkata kasar, bullying, provokasi, atau gaya-gayaan naik motor tanpa SIM, merokok padahal masih ngetek dan ngerengek minta jajan sama emak-bapak, apakah itu strong? Berani melakukan hal negatif, apakah itu STRONG?

So sorry to say that sekali-kali hal negatif and WHATSOEVER yang kalian lakukan tidak akan pernah membuktikan bahwa orang tersebut STRONG! Hal tersebut malah membuktikan bahwa hanya hal-hal negatif yang bisa dilakukan untuk menutupi kelemahan, merasa tidak ada yang bisa dibanggakan kecuali dengan sok keren yang sebenarnya adalah norak, bahkan hal tersebut bisa menyeret kalian ke kantor polisi.

Anakku, masa muda memang banyak pilihan, tapi pilihan yang baik akan menuai hasil yang baik pula. Kalau ada yang bilang ‘’Nakal dulu baru Sukses, it’s bullshit!! Karena jarang banget ada kisah kenakalan  yang happy ending. Sukses itu adalah tanggung jawab. Semakin besar kalian bertanggungjawab terhadap diri sendiri semakin besar peluang kalian untuk sukses.

Ayoo jadi anak yang STRONG! Strong artinya memiliki prinsip yang kuat, sehingga tidak mudah dipengaruhi orang lain, tidak mudah terprovokasi, berani untuk maju, berani untuk SUKSES, berani menjalani konsekuensi atas pilihan dan hidupnya, berani berkata “TIDAK” kepada hal-hal negatif. Selesaikan permasalahan kalian dengan SLOW, COOL dan WISE.

Saya yakin kalian semua bisa menjadi anak-anak yang strong, positif, sukses, dan membanggakan!

-Spread love-

*Tulisan ini saya tulis saat saya terpukul mendengar anak didik saya tertangkap polisi dengan tuduhan terlibat tawuran, ternyata mereka tidak melakukan tawuran, mereka hanya diajak oleh anak SMP lain yang mereka tidak kenal. Dengan kejadian ini saya akan menjadikan materi KONSEP DIRI sebagai materi wajib di mata pelajaran Bimbingan dan Konseling di SMP Assyairiyah Attahiriyah, dengan harapan anak-anak mampu mengenal diri dan memiliki prinsip hidup sehingga tidak mudah terpengaruh hal negatif dari luar dirinya.

 

Blog at WordPress.com.

Up ↑