Ibu Rumah Tangga atau Bekerja?

Hari ini saya mau bagi-bagi kegalauan saya kepada khalayak *galau dibagi-bagi, kalo bagi-bagi takjil sih enak ya he, kegalauan ini merupakan rutinitas tahunan yang harus saya lalui mengingat peran saya sebagai part time worker sekaligus part time mom. Hal yang paling mendasar adalah perasaan kasihan sama si adik yang sering banget gonta-ganti pengasuh, membuat dia jadi sedikit mistrust sama lingkungannya. Sedih juga melihat perilaku abang mulai agak melawan sama orang-orang rumah. Seringkali saya berkata dalam hati, buat apa sih saya bekerja kalau anak saya gak mendapatkan pengasuhan terbaik? Inilah yang membuat saya bingung untuk memutuskan, apakah saya tetap menjadi part time mom atau ibu rumah tangga sejati.

Banyak orang mengira menjadi pekerja di ‘balik layar’ seperti saya adalah pekerjaan yang mudah, tapi Anda salah saudara-saudara! Karena justru tantangan lebih banyak apalagi menyangkut banyak orang. Meski seperti itu saya bersyukur dengan pekerjaan dan kehidupan saat ini. Saya rasa saat ini saya masih memilih untuk bekerja mengingat waktu yang lebih fleksibel, apalagi kini saya sangat terbantu dengan tim yang oke, suami yang sangat mendukung, juga orang-orang rumah yang sangat sayang dengan anak-anak. Alhamdulillah tempat kerja juga hanya ‘selemparan kolor’, pagi-pagi  masih bisalah buat sekedar mandiin, ngebujuk, atau nyuapin anak.

Bekerja bukan berarti tidak ‘setrong’, karena kita juga dihadapi dengan permasalahan-permasalahan di rumah maupun di tempat kerja. Ngomong-ngomong, saya di bantu oleh dua ART, kalau beruntung (sudah kenyang rasanya dengan berbagai polemik ART yang super seru). Bekerja juga bukan berarti tidak peduli dengan anak-anak, karena meski bekerja kita juga memberikan arahan kepada pengasuh do’s & don’t bagi anak. Wajarlah buibu kalau kita termasuk salah satu di antara jutaan emak di luar sana yang agak bawel akan hal pengasuhan, daripada kita ‘ia’ saja dengan apa yang terjadi, namun dampaknya akan kembali kepada kita.

Di samping itu, saya merasa bekerja bisa memberi kesempatan untuk me time, saya jadi punya kesempatan menulis seperti ini, apalagi saya hobi ketemu orang dan ngobrol, kalau tidak bekerja khawatir 2000 kata perhari tidak tersalurkan dengan baik 😀

Intinya, buat para emak yang ngeributin which one the best? Saya akan bantu menjawab, menjadi IRT maupun working mom itu sama baiknya, selama kamu mencintai dan peduli dengan keluargamu, selama kamu juga bisa melakukan hal yang membuatmu bahagia, terlebih bisa bermanfaat buat keluarga atau orang sekitar.

Buat para suami di luar sana hargailah apapun keputusan istri, karena obat capek istri yang paling utama adalah kupingmu para suami, setidaknya bersabarlah saat istri menceritakan keluhan atau curhatan, atau sekedar candaan yang gak berfaedah, bantu istri mendidik anak, baca-bacalah tentang pola asuh terbaik dan diskusikan dengan istri. Hargailah istri dengan senyum dan ucapan manismu, sesekali istri juga butuh diajak kemana gitu, ke Alpa maret juga seneng heheDengan itu, apapun peran istrimu akan dijalani dengan ikhlas dan penuh rasa syukur, insyaAllah akan terbangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah.

Untuk para emak baik IRT maupun bekerja, Yakinlah bahwa megurus rumah tangga itu ibadah, bekerja juga ibadah. Kita ini unik, ditakdirkan Tuhan dengan takdir masing-masing dan memiliki hidup dan kelebihan dengan caranya masing-masing.

________________

Terimakasih udah mampir. kalau ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar ya 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s